Jumat, 19 Juni 2009

Guru, Mengabdikan Karir Demi Tanah Air


Seiring dengan perkembangan zaman, dan dinamika kehidupan. Segalanya harus bisa beradaptasi dengan gejolak dunia. Begitu juga dengan dunia pendidikan. Dalam hal ini guru sebagai tonggak maju dan mundurnya dunia pendidikan. Ditengah globalisasi guru dituntut untuk melakukan inovasi metode pembelajaran. Tidak salah jika pemerintah membuat regulasi tentang guru dan dosen, tak lain bertujuan untuk meningkatkan profesionalitas tenaga pendidik.
Pemerintah pun tidak segan-segan memberikan fasilitas yang lebih untuk guru. Mulai dari kesejahteraan keluarga hingga beasiswa untuk melanjutkan study ke jenjang yang lebih tinggi. Semua itu demi mencerdaskan anak bangsa. Itulah tugas mulia guru.
Kini guru adalah sebuah profesi dengan label Pegawai Negeri Sipil(PNS), nah ini yang perlu dikoreksi, pasalnya jika guru dianggap profesi maka yang terjadi kemudian adalah perebutan karir posisi. Padahal mestinya adalah guru itu sebagai pengabdian dan rasa tanggungjawab dalam mendidik anak bangsa.
Untuk itu komitmen guru untuk kembali mengabdi perlu digalakkan, tetap diutamakan sampai menemukan titik ideal yang diharapkan oleh peserta didik dengan menyesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan sekarang ini.
Mengingat kinerja mulia guru yang mampu menciptakan intelektual muda, tentunya sebuah prestasi yang luar biasa. Dan itu menjadi kebanggan tersendiri di hati dosen yang tidak bisa diapresiasikan dengan yang lain. Semua itu berawal dari profesionalitas seorang guru, alhasil untuk mencipatakan peserta didik yang berkualitas bukan sekedar mimpi.
Dan kinerja guru akan lebih bermakna lagi jika dibarengi dengan nawaitu ikhlas untuk mengabdi. Langkah tersebut bias menjadi spirit dalam mencerdaskan anak bangsa. Ditengah himpitan kehidupan yang komplek ditambah lagi kebutuhan yang mendesak, dinamisasi kehidupan yang semakin komplek.
Lebih-lebih indicator suatu bangsa ditentukan oleh sumber daya manusia, dan sdm tolak ukurnya dari keadaan pednidikan masyarakatnya. Makin baik penddikan makin tinggi pula Sumber Daya Manusia(SDM) masyarakatnya. Nah kuncinya terletak pada kinerja guru. Sedangkan guru dapat dilihat kinerjanya melalui rasa tanggungjawab, loyalitas dalam mengemban tugas keguruannya di dalam kelas dan amanah kependidikan di luar kelas.
Selanjutnya control dan evaluasi perlu dilakukan, hal itu untuk mengetahui kelemahan dan kekurangan. Serta kritikan dari berbagai pihak layak diperhatikan demi terciptanya dunia pendidikan yang lebih baik.
Oleh karena itu selayakanya, guru harus mempertimbangkan antara pengabdian dan karir. Intinya profesionalisme dalam mengajar harus diutamakan diatas segalanya. Itulah peran guru tidak bisa digantikan dengan media apapun, kalau pun bisa, itu hanya membantu.

Senin, 15 Juni 2009

KURANGI KONSUMSI ROKOK, SELAMATKAN DUNIA



Perubahan iklim yang terjadi akhir-akhir ini perlu kita cermati, mengingat cuaca yang memang kurang berasahabat menjadikan kita bertanya-tanya sebenarnya apa yang terjadi dengan alam ini.
Para ahli mengindikasikan perubahan iklim itu merupakan salah satu dari dampak pemanasan global(global warming), walaupun masih banyak lagi dampak pemanasan globak lainya yang masih mengancam kehidupan dunia. Perubahan itu tidak mungkin terjadi dengan sendirinya tanpa sebab yang jelas, yang pasti manusia berkontribusi banyak terhadap pemanasan global ini.
Sebelum kita bertindak lebih jauh dengan dengan mencari siap yang harus bertanggungjawab dengan mencari “kambing hitam” dan apa yang mestinya kita lakukakan, alangkah baiknya kalau kita introsepeksi diri, merenungkan bagaiman life style kita, adakah yang perlu untuk dirubah?.
Lihat saja gaya hidup orang-orang disekitar kita, banyak orang yang hidupnya tregantung dengan rokok, mulai dari anak-anak, remaja dan orang tuabahkan perempuan sekliapun sekarang sudah banyak yang merokok.
Disadari atau tidak mereka berkontribusi meningkatkan temperature, Data yang dihimpun dari IPCC(Intergovernmental Panel on Climate Change) menunjukan peningkatan temperature rata-rata ± 0.18 °C dalam seratus tahun terakhir. Nah, dari banyaknya penyebab pemanasan global salah satunya adalah penumpukan gas karbondioksida(CO2) di atmosfir.
Dari sekian karbondioksida salah satu produsenya adalah asap rokok, jika seandainya dalam suatu daerah ada 1000 perokok, sedangkan satu orang itu menghabiskan satu bungkus, maka berapa persen gas co2 yang akan menumpuk di atmosfir. Alhasil panas matahari yang masuk ke bumi tidak bisa keluar lagi, karena sinar matahari yang mestinya keluar dihalangi dan dipantulkan lagi ke bumi oleh kumpulan gas co2.
Tidak hanya itu saja banyaknya hutan yang gundul juga turut melepaskan secar langsung gas co2 ke atmosfir, padahal pepohonan, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbondioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis nantinya akan menghasilkan oksigen, dan menyimpan karbon dalam kayunya.
Nah, saya kira penting untuk diingat wahai para pecandu rokok, agar lebih memikirkan orang banyak dari pada kenikmatan pirbadinya. Sikap anda hari ini kana menentukan nasib orang banyak dimasa depan untuk kehidupan yang lebih baik.

Munaseh
Mahasiswa Fakultas Syari’ah Institut Agama Islam Negeri(IAIN) Waliosngo Semarang.