Kamis, 22 Oktober 2009

Dengarkan Kebencianku


Hidup bukan untuk membenci
Tapi perjalanan ini diselimuti benci
Pada suata yang saya benci
Sekali benci, benci

Siapapun pasti punya rasa benci
Hati seakan menutup
Mata tak mau menatap
Tangan tak mau menjabat

Saya tak mau membenci
Tapi saya menjadi pembenci
Pada suatu yang saya benci
Juga pada orang-orang yang membenci saya

Kamu benci, saya benci
Saya benci, kau juga benci
Kapan mulai, kapan pergi

Wahai benci...
Saya harap cepet segera pergi
Dan akan berganti melalui lebaran suci
Dari hati nurani..

Agar saya lebih berani
Menjadi manusia sejati
Bukan sebagai pembenci
Ajarkan aku untuk bisa mencintai…

Bagimu Orang Gila

Gila tidak dosa
Tidak gila tidak dosa
Orang gila jadi biasa
Biasa gila tak mengapa

Banyak orang gila
Banyak orang tak gila
Mereka gila, tak gila
Mereka gila, tak mengaku gila
Mereka tak gila, tapi gila
Mereka tak gila, tapi mengaku gila

Masa gila
Pagi gila
Sore gila
Siang gila
Malam gila

Manusia gila
Gila harta
Gila wanita
Gila tahta

Zaman gila
Tak ada putih
Tak ada hitam
Tak ada sahabat
Tak ada kerabat
Tak ada pejabat
Tak ada rakyat

Ilmu gila
Lupa
Pura-pura lupa
Terlanjur lupa
Sengaja lupa
Memang lupa

Guna gila
Kadang jadi bencana
Kadang juga juara
Tak berdosa
Tak bahagia
Tak kenal syurga dan neraka
Tak punya rasa juga asa

Tuhan
Bimbinglah hamba
Agar tidak lupa
Jauhkanlah dari gila
Juga dari orang-orang gila

Maafkan
Atas keluputan hamba
Kegilaan hamba
Sungguh hamba tak kuasa
Tatkala takdir telah tersurat

Hamba manusia biasa
Pasti ada dusta juga dosa
Tapi hamba tak mau gila
Hamba hanya ingin menjadi hamba


Masjid Baitul Muttaqien
Wahyu Asri, 1 Oktober 2009