Rabu, 26 Oktober 2011

Biar Asin Tapi Nikmat


Selain sebagai penghasil bawang merah terbesar di nusantara, Brebes juga terkenal dengan telur asin. Konon, telur asin produksi brebes mempunyai rasa yang khas. Sedikit asin dengan kekenyalan di dalam kuning telurnya.

Rasa seperti inilah yang dicari banyak orang, baik bagi masyarakat Brebes sendiri juga para pelancong yang kebetulan lewat pantura. Biasanya, warga brebes membeli telur asin baik dalam bentuk mentah atau matang dipersiapkan untuk konsumsi hajatan, seperti mantenan, sunatan, atau keperluan lain yang mengundang orang banyak. Misalnya, kendhurenan, lamaran, juga acara keluarga lainnya.

Namun, bagi pelancong telur asin ini menjadi oleh-oleh yang istimewa. Karena rasanya yang tidak didapatkan pada telur asin di daerah lain. Biasanya mereka mencari telur asin jenis bakar atau panggang, mengingat kedua jenis ini bisa bertahan lebih lama.

Mau? Beli….*he…kayak iklan ja*

Eit, selain nikmat, telur asin juga kaya akan gizi, lihat saja dari sebutir telur itik mengandung protein lebih banyak terutama pada vagian kuning telur, 17%. Sedangkan bagian putihnya terdiri dari ovalbumin (putih telur) dan ovavitelin (kuning telur).

Maka, jangan segan-segan untuk mengkonsumsi telur asin. Makanan ini sangat cocok untuk di segala suasana, baik untu acara resmi mau pun tidak resmi, termasuk untuk cemilan juga enak kok. Bahkan, sekarang masyarakat sudah menganggap telur ini jajan yang penuh gizi.

Apalagi yang telur asin bakar dan panggang, hem…. Cukup disandingkan dengan secangkir kopi, terasa deh manfat nikmatnyo...srisepppp asin, legit bercampur pahit. *Dijamin anda melek penuh semangat*

Gairahkan Iklim Investasi Daerah

Sumber daya alam nusantara yang terbentang dari ujung barat sampai timur mempunyai nilai kekayaan luar biasa, termasuk keanekaragaman kebudayaan. Bukan tidak mungkin sumber-sumber tersebut memberi nilai ekonomi kepada masyarakat, bahkab bisa dijadikan salah satu pemasukan asli daerah.

Sayang, potensi ini kurang tergarap maksimal. Keberadaannya masih sebatas harta simpanan yang tersebar di daerah, "Banyak potensi daerah yang harus dikenalkan ke publik," kata marketing manager PT Feroca, Tunja.

Menurutnya, ke-Bhineka Tunggal Ika-an Indonesia tersimpan kekayaan yang bernilai ekonomi. Perbedaan budaya, adat istiadat, pakaian juga makanan bisa berkontribusi sebagai lahan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Minimal dapat memberikan sumber pendapatan, baik bagi masyarakat itu sendiri juga pemerintah daerah setempat.

Karena itu, perlu sinergisitas dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat juga pelaku usaha. Tujuannya untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah, baik sda-nya atau pun hasil dari kebudyaannya, seperti pakaian adat, makanan khas, juga hasil kerajinan tangan.

Baginya, pengembangan potensi daerah menjadi tanggungjawab bersama, baik pemerintah pusat mau pun pemerintah daerah, termasuk dari masyarakat itu sendiri. Dan hasilnya pun digunakan untuk pembangunan bersama.

Berangkat dari situ, dirinya terketuk untuk turut mengembangkan potensi daerah. Tidak salah, jika hampir tiap tahun feraco menggelar pameran investasi daerah ini. "Kami melihat masih banyak sumber daya di daerah yang belum dikenal ke publik, padahal potensi tersebut mempunyai nilai jual" jelasnya.

Hingga tahun ini dirinya sudah menggelar acara ini yang ke tujuh kalinya, bahkan tidak tertutup kemungkinan agenda yang sama akan dilaksanakan kembali di tahun yang akan datang.

Berdasarkan pengalaman, pelaksanaan expo kali ini cenderung merosot jika dibandingkan dengan tahun kemarin. Mengingat 2010 peserta pameran bisa mencapai 2 hall, namun tahun ini hanya satu hall yang bisa dihadirkan, "Sekarang paling hanya 100 an peserta, baik dari perwakilan pemerintah daerah dan swastan," jelas Tunja.

Penurunan jumlah anggota expo, menurutnya bukan karena minatnya yang rendah, namun disebabkan oleh anggaran di masing-masing daerah yang berkurang.

Tunja optimistis, pelaksanaan pameran yang sama bisa lebih meriah lagi. "Nanti kami akan lakukan perekrutan yang lebih banyak lagi," tambahnya.

Selasa, 25 Oktober 2011

Sony Gencarkan TV Internet

Persaingan pasar elektronik dari waktu ke waktu kian ketat, tidak salah jika masing-masing produsen mengeluarkan barang dengan inovasi terbaru. Selain untuk menambah daya tarik konsumen, juga untuk menggairahkan penjualan.

Seperti yang dilakukan Sony Center Jogjakarta dengan mengeluarkan Sony Bravia Internet, produk ini dirancang sebagai tv yang bisa disalurkan ke layanan online. “Kami sedang gencarkan pasar tv internet di kota ini,” kata salah satu karyawan Sony Centre Jogjakarta, Bagus Anggoro.

Untuk bisa tersambung di internet, konsumen harus berlanggganan dengan penyedia layanan online. Nantinya, tinggal dihubungkan dengan kabel yang tersedia, dan saat itu pula koneksi online sudah terpasang.

Saat ini, hampir semua produk yang dikeluarkan sony bisa dikoneksikan ke internet, hanya tipe tertentu yang belum support, seperti Sony Bravia BX. Bahkan beberapa hari yang lalu, toko yang mangkal di kawasan Ambarukmo plaza lantai 2 ini baru menghadirkan tipe EX41, seri ini ditawarkan dengan harga Rp 7 jutaan.

Baginya, keberadaan produk tersebut sangat mendukung untuk proses perkenalan ke publik. Toko yang baru buka 3 bulan lalu ini sedang gencar untuk meraih simpati konsumen. Minimal untuk membranding ke masyarakat, sehingga punya daya saing terhadap merek-merek lain.

Bagus mengakui, jauh sebelum pembukaan sudah banyak toko elektronik yang berdiri dan mempunyai pelanggan. Bahkan merek-merek tertentu sudah punya brand di mata masyarakat. Biasanya, kalau sudah mendapat tempat, konsumen pun jarang mau beralih.

Namun, keadaan itu tidak lantas membuat dirinya pesimis, karena dinamiasai pasar masih terus bergerak. Bahkan banyaknya kompertitor yang sudah ada jauh-jauh hari sebagai bahan untuk mengukur kualitas layanan yang diberikan tokonya.

Lebih lanjut, bagus melihat perkembangan pangsa pasar elektronik bakal lebih bargairah lagi. Hal ini didukung dengan perkembangan ekonomi masyarakat kota gudeg ini yang kian pesat. Hal ini terlihat dari penjualan produknya terhitung sejak 3 bulan lalu, dimana antusiasme masyarakat untuk memiliki TV sangat tinggi.

Melihat sambutn konsumen saat itu, bukan tidak mungkin lagi, sony bakal menjadi salah satu trend di kalangan masyarakat, selain karena kualitas produk, juga teknology yang diterapkannya. “Kami sengaja hadirkan produk dengan inovasi terbaru dengan harapan bisa meraih simpati dari konsumen,” jelasnya.

Baginya, kebutuhan elektronik untuk hiburan keluarga tetap diminati, bahkan pasarnya tidak mengenal musim. Asalkan ekonomi sedang membaik, penjualan pun bisa berjalan lancar. Seolah permintaan untuk elektronik jenis ini tidak ada matinya.(seh)

Batik Menarik Wisatawan Domestik


Gairah dunia pariwisata ternyata turut mensupport beberapa jenis perdagangan, salah satunya batik. Bahkan keberadaan mereka menjadi nafas bagi perkembangan pasar, tidak salah jika naik turunnya penjualan tergangtung dengan tingkat keramaian kunjungan wisatawan.

Selama ini, wisatawan domestik menjadi salah satu konsumen yang mendominasi pembelian, terutama pengunjung dari luar jawa. Biasanya mereka gunakan untuk oleh-oleh setibanya di rumah, “Mereka peminat setia di toko kami,” kata Operator Sidiq Manajemen, Budi Wahyono.

Menurutnya, pangsa pasar batik ini akan tetap meningkat. Hal ini sejalan dengan stabilitas keamanan nasional. Jika keadaan seperti ini bisa dipertahankan terus, bukan tidak mungkin lagi tingkat kunjungan wisatawan terus bertambah, baik wisatawan domestik atau nasioanal, termasuk turis-turis asing. Kondisi ini pun berdampak positif bagi dunia pedagang di sekitar kawasan objek wisata. Tidak salah, jika kedepan dirinya tetap optimistis, produknya bakal laris di tangan para turis.

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketika terjadi pengeboman di tempat wisata, pasar batik ini sangat terpukul. Ketika itu, dirinya sangat kesulitan untuk mengeluarkan barang, karena tidak ada kunjungan wisata.

Lebih lanjut, budi mengharapkan iklim keamanan nasional akan tetap terjaga, setidaknya tidak ada lagi kejadian-lejadian yang membuat takut wisatawan. “Pokoknya kalau negara aman, wisawatan pun akan berdatangan,” jelasnya.

Mengingat selama ini, tingkat penjualan batik hanya mengandalkan wisatawan. Tidak salah, jika permintaan senantiasa naik turun sejalan dengan masa-masa kunjungan wisata. Seperti ketika musim liburan, dapat dipastikan toko yang berada di kawasan kadipaten ini ramai didatangi konsumen.

Keadaan ini biasanya berlangsung dari Juni-Desember. Selama bulan tersebut kunjungan wisatawan sedang memuncak. Bahkan hingga awal tahun pun, wisatwan terus berdatangan. “Pada saat itu banyak momen yang istimewa bagi mereka, seperti tahun baru,” jelasnya.

Sementara, pasar akan kembali sepi ketika memasuki bulan Februari. Ketika itu, hampir tiap tahun laporan dari beberapa toko batik yang mangkal di kawasan wisata mengalami penurunan omzet. Dan siklus tersebut terus berlangsung hingga saat ini.

Budi sendiri tidak kaget dengan pergerakan pasar seperti ini. Karena itu, yang diperlukan adalah pelayanan yang prima untuk menyambut konsumen. Apalagi banyaknya kompetitor yang sudah lebih dulu hadir, bukan tidak mungkin mereka sudah mendapatkan pelanggan.

Berbekal pelayanan inilah, dirinya tetap percaya bisa mendapatkan sambutan dari wisatawan. “Selama iklim pariwisata bagus, saya kira perdagangan batik ini pun bisa diterima pasar,” jelasnya.

Senin, 24 Oktober 2011

Pameran IT Tetap Dinanti



Apkomindo (Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia) DPD Jogjakarta kembali menggelar pameran it terbesar di kota gudeg ini. Perhelatan akbar ini berlangsung selama 6 hari (1-5/10) di gedung JEC (Jogja Ekspo Centre). Tidak salah, jika hari pertama dibuka pengunjung membludak memedati area.

“Sambutan konsumen begitu meriah, di hari pertama saja pengunjung mencapai 10 ribu lebih,” kata Kabid Pameran Apkomindo DPD Jogjakarta, Dicky Pewe.

Dengan didukung 250 stand, dirinya optimis pengunjung bakalan lebih meriah lagi. Lebih-lebih harga yang ditawarkan selama pameran jauh lebih murah. Bahkan beberapa propduk mendapatkan potongan harga yang bersarnya bervariasi.

Dalam pengamatannya, puncak keramaian pameran akan berlangsung di hari ke 5 dan ke 6. Ketika itu, dapat dipastikan konsumen akan memadati area. “Biasanya menjelang penutupan justru pengunjung malah bertambah banyak,” jelasnya.

Menurutnya, dengan pameran ini pertumbuhan pasar IT di kota gudeg ini bisa terus bergairah. Lebih baik lagi jika bisa menumbuhkan pengusaha-pengusaha baru. Meskipun banyak pula yang bertumbangan di tengah perjalanan. Tidak salah, angka pertumbuhan dan pertumbangan pengusaha hampir seimbang, jika diprosentasekan perbandingannya antara 60 dan 40 persen.

Dicky, mengakui semakin bertambahnya tahun jumlah pengusahan IT terus meningkat. Kondisi ini jelas memicu persaingan yang semakin ketat antar penyedial produk IT. “Jika tidak pandai-pandai mengelola penjualan mereka pun bisa tumbang,” tambahnya.

Karena itu, perkembangan pasar IT ini mesti dilihat secara positif. Minimal pemilik usaha bisa mengambil peran dan memanfaatkan momen-momen tertetu untuk mengembangkan pemasarannya, salah satunya dengan pameran ini.

Meskipun pada akhirnya, nasiblah yang akan mengantarkan kesuksesan mereka. Adapun pameran dan promo lainnya hanyalah usaha yang sudah menjadi kewajiban manusia. Sementara urusan sukses atau tidak menjadi tanggungjawab yang di atas. “Jadi tumbang dan tumbuh sudah hal yang lumrah dalam dunia bisnis,” terangnya.

Polygon Sambut Pasar 2012

Dalam rangka menyongsong 2012 nanti, Polygon siap menyambutnya dengan meluncurkan ratusan produk terbaru. Bahkan jika ditolal ada 155 model baru dan 374 varian baru yang siap meramaikan pasar sepeda di Jogjakarta dan sekitarnya.

Diantaranya, HELIOS 900TTX, HELIOS 600, HELIOS 400, HELIOS 100, HELIOS F100, HELIOS 200JR, COZMIC RX 1.0, COZMIC CX 6.0, COZMIC CX 2.0, COZMIC CX 1.0, XTRADA 5.0, COLLOSUS SX 2.0, COLLOSUS SX 1.0, HEIST 4.0, ZENITH FX. Dan yang lebih penting lagi diantara varian tersebut, 2012 nanti pihak polygon mengaplikasikan sepeda berteknologi FS2 (Floating Suspensioan Generasi 2).

Dengan inovasi ini, pengendara akan lebih nyaman juga stabil, “Sehingga pengendara tetap merasa enjoy meski berjalan di segala medan,” kata Produc Manager Polygon, Harry Rusli, saat launching Polygon di JEC (Jogja Expo Centre) kemarin(9/10).


Lebih lanjut, Harry menambahkan jika sepeda yang diproduksi polygon sudah terkenal kokoh, padahal berat rangka sangat ringan. Kondisi ini jelas menambah kenyamanan, terutama saat mengayuh sepeda.

Ditambah lagi dengan dukungaan dua suspensi yang terdapat di garpu depan dan frame tengah.
Pengendara tak pelu takut untuk melakukan manuver di jalanan, termasuk untuk berjalan di berbagai medan. Dijamin kenyamanan sepeda ini takkan hilang dengan hentakkan medan. Bahkan grid belakang justru lebih mencengkeram karena dukungan suspensi tersebut.

Menurutnya, perkembangan pasar sepeda secara nasional sedang tumbuh. Tidak salah jika permintaan dari konsumen dari waktu ke waktu terus meningkat. Terutama di kota-kota besar, salah satunya kota gudeg ini.
Bahkan dalam prediksinya, DIY ini masih prospektif untuk pasar sepeda ini. Hal ini terlihat dari munculnya beberapa komunitas sepeda. “Kami optimis kedepan bakalan lebih semarak lagi komunitas sepeda di kota ini,” terangnya.

Lebih-lebih, kesadaran masyarakat untuk berolah raga dengan sepeda juga meningkat. Mereka sudah memahami manfaat yang didapa dengan mengayuh. Bahkan trend-nya saat ini, mereka menggunakan sepeda untuk berangkat kerja.


Dan bagi kaum wanita tidak perlu khawatir, Polygon juga mengeluarkan sepeda yang didesain khusus untuk kaum hawa, yaitu cleo series. Mulai dari Cleo 1.0, Cleo 2.0, Cleo 3.0 dan Cleo 4.0, Perbedaan yang mendasar pada sepeda ini terdapat pada jangkauan stang dan sadel yang lebih pas dengan ukuran perempuan.


Termasuk juga dengan warna dan tampilannya, semua merujuk pada wanita. Saat ini, sepeda ladies series ini dibandrol sekitar Rp 2 jutaan – Rp 4 jutaan. “Semuanya sudah standar dengan tubuh perempuan,” jelas Harry.

Anjing Pun Unjuk Gigi


Ratusan anjing dari berbagai kota-kota besar di nusantara ini turut meramaikan Jogja Dog Show 2011. Kegiatan ini dilaksanakan di gedung JEC (Jogja Expo Centre) selama Sabtu-Minggu(8-9/10). Bahkan peserta tidak hanya datang dari kota-kota besar dalam negeri, beberapa anjing juga dari luar negeri, seperti Thailan, Malaysia dan Singapura termasuk pula dari Korea.

Ajang yang sudah diselenggarakan ke empat kalinya ini memperrebutkan piala raja. Kehadiran mereka turut memperketat persaingan, “Mereka sangat antusias menyambut ajang ini, “ kata Koordinator Panitia Pelaksana Jogja Dog Show 2011, Lily Gunawan.


Kegiatan ini merupakan program kerja dari Perkin Nasional, dan secara kebetulan tahun ini konsulat DIY diberi kesempatan untuk menggelarnya. Tidak tertutup kemungkinan agenda yang sama juga akan digelar kembali.
Jika ditotal, keseluruhan peserta yang sudah terdaftar di panitia sebanyak 405 anjing, baik dari peserta dalam negeri atau pun luar negeri.

Nantinya, binatang kesayangan akan memperrebutkan piala raja, dan berhak mendapatkan gelar Indonesia Champion.
Menurutnya, ajang seperti ini menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu bagi pecinta anjing. Mereka saling unjuk gigi terhadap hewan peliharaannya. Tidak salah, jika mereka melakukan banyak persiapan, mulai dari perawatan hingga mempercantik penampilan binatangnya.

Secara umum, kota gudeg sendiri pecinta hewan ini terus brekembang. Biasanya komunitas yang tergabung dalam Perkin (Perkumpulan Kinekologi Indonesia) ini, berkumpul di tempat-tempat tentu untuk sekedar unjug gigi binatang kesayangannya.
Lebih lanjut, Lyli menjelaskan keberadaan perkin inilah yang mendorong pertumbuhan pecinta hewan peliharaan ini.

Karena itu, keberadaan Jogja Dog Show menjadikan motivasi tersendiri, minimal sebagai ajang untuk mengapresiasikan mereka.
Bukan tidak mungkin lagi, selepas agenda tahunan ini bakal bermunculan pecinta-pecinta baru hewan ini. Baik di dalam kota mau pun luar kota, setidaknya kegiatan semacam ini menjadi langkah untuk mempersatukan antar komunitas.

Lyli berharap, para pecinta anjing tidak lantas berhenti selepas agenda ini. Termasuk untuk kegiatan di komunitasnya. Bahkan lebih baik lagi, jika mereka menjalin komunikasi yang intensif sesama pecinta anjing. Minimal mereka bisa saling mengenal dan sharing terkatit pemeliharaan anjing. “Sehingga melalui acara ini bisa menjadi ajang persahabatan,” terangnya.

Melihat Potensi Bisnis Landak


Landak, hewan berbulu runcing ini ternyata menarik untuk dipelihara, selain mudah dalam perawatannya, juga jarang mengalami sakit. Tidak salah, jika keberadaannya menjadi bisnis yang menggiurkan. Kini, sejak 3 bulan lalu sudah tersedia toko yang menyediakan binatang ini, termasuk pakanya. “Kami baru buka juni lalu, dan saat ini baru memasuki masa-masa perkenalan ke masyarakat,” kata salah satu karyawan Jogjalandak Petshop, Lubed.

Sebelum membuka toko, penjualan binatang ini hanya melalui dunia maya. Ketika itu, permintaan sebagian besar datang dari konsumen luar jawa. Bahkan hingga saat ini pun pemesanan terus berjalan. Sementara untuk pembelian dari masyarakat sekitar jogja sendiri masih minim. “Sejak 2008 lalu kami sudah melakukan bisnis ini secara online,” terangnya.

Menurutnya, bukan konsumen tidak menyukai landak, melainkan mereka belum mengetahui tempat pembelian hewan ini. Bukan tidak mungkin mereka bakal melirik binatang berbulu tajam ini. karena itu, yang perlu dilakukan adalah memperkenalkannya ke publik. Baginya, bisnis ini tetap menggiurkan, selain belum ada kompetitor lain.

Bentuknya yang unik juga turut menambah daya tarik konsumen, terutama bagi mereka yang suka memelihara hewan, baik untuk hobi atau untuk dijual-belikan.
Saat ini, harga anakan umur dua bulan dibandrol sekitar Rp 250 ribu -Rp 300 ribu bahkan lebih, tergantung dari species-nya. Di kandangnya tersedia beberapa jenis, mulai dari albino, salt paper, cinamon, brown, brown pinto, dan pinto.

Lebih lanjut, dia menjelaskan jika pemeliharaan hewan ini sangat mudah. Dalam sehari saja cukup dua kali makan, untuk satu kali hanya diberikan satu sendok cat food. Bahkan untuk keberisahan kotoran, konsumen hanya perlu mengganti sekam atau membersihkan kandang seminggu sekali.

Pemilik pun tidak perlu memandikan, karena hewan ini sudah bisa mandi sendiri. Pemilik cukup menyediakan air di dalam ember di samping landak. Tidak lama kemudian hewan ini pun akan berrenang di air tersebut.
Dan yang lebih penting lagi, hewan ini tidak gampang sakit. Sehingga tidak membutuhkan perhatian khusus.

Dengan ketentuan kebersihan serta pola makannya teratur, termasuk kandangnya aman dari gangguan luar. “Pokoknya tidak manja dan tidak rewel apalagi sakit-sakitan,” terangnya.

Interactive Projector Memudahkan Presentasi


Perkembangan tekonilogi terus menelorkan beberapa perangkat yang memudahkan dalam melakukan aktivitas. Sehingga kehadirannya benar-benar menjadi produk yang dibutuhkan masyarakat. Salah satunya interactive projector ini.

Keberadaan perangkat yang biasa digunakan untuk prensentasi ini sedang menjadi incaran konsumen. Terutama bagi mereka yang aktivitasnya disibukkan dengan pemaparan-pemaparan ke publik. “Biasanya orang kantoran baik pemerintah atau swasta,” kata salah satu teknisi Hitachi, Yongki, saat ditemui di pameran Yogyakomtek 2011 di JEC (Jogja Expo Centre), beberepa hari yang lalu.


Menurutnya, kehadiran inovasi teknologi ini turut mewarnai bursa elektronik dan IT. Tidak salah, jika keberadaannya menjadi pemicu penjualan. Sehingga permintaan akan tetap bergeliat di tengah persaiangan pasar.


Baginya, produk ini tidak melulu untuk kelas atas, bahkan kaum menengah ke bawah pun bias memilikinya. Karena itu, yongki menyarankan agar pembelian barang disesuaikan dengan kebutuhan kegiatannya.


Produk dari hitachi ini sengaja ditawarkan dengan harga yang bervariasi. Mulai dari Rp 3,5 juta hingga Rp 70 jutaan. Tergantung dari fitur dan fasilitas yang tersedia. Semakin lengkap fasilitasnya, harga yang dibandrol pun terus meningkat.


Selama ini, penjualan terbanyak didominasi dari projector kelas menengah, dengan harga berkisar antara Rp 20 juta- Rp 25 juta. Sementara perminat di atas harga tersebut masih minim. Tampaknya, konsumen masih berhati-hati dalam memilih produk.

Biasanya, sebelum membeli, pasti melihat harga terlebih dahulu. “Karena itu yang mahal-mahal jarang dilirik,” tambahnya.
Nantinya, konsuman akan mendapatkan E-Pan (Elektonik Bolpoin)yang digunakan untuk menulis. Dengan pan ini nantinya segala yang tertulis di papan bisa terbaca oleh projector.

Pengguna cukup menulis di papan yang berwarna putih (cerah), dan projerkctor langsung mendetaksinya. “Sebenarnya kalau tidak pakai papan hitam bisa, tapi hasilnya kurang bagus, “ jelas Yongki.


Untuk ukuran kualitas barang, konsumen tidak pelu khawatir, karena selama dua tahun produk dalam garansi, termasuk spare part-nya. Akan tetapi Yongki menjamin kualitas yang ditawarkan dari hitachi tidak main-main. “Saya sudah buktikan mesin dari produk ini sangat awet,” tambahnya.

Melirik Usaha Susu Sari Jagung Manis


Jagung manis, sesuai namanya rasa buah ini akan terasa manis, bahkan dibuat apa saja tetap manis, mau dibakar, direbus termasuk digoreng sekalipun. Apalagi kalau dibuat susu, tentu rasanya akan lebih manis dan kaya akan manfaat. Setidaknya seperti itulah gambaran awal pemikiran Endah Widya Prawesti dan Arya Dhanika ketika merumuskan susu sari jagung manis.

Gagasan awal membuat susu ini berangkat dari kesukaan dirinya terhadap jagung.
Bahkan ketika dirinya masih kecil sudah disuguhkan dengan makanan yang dari jagung, mulai dari jagung bakar, goreng, rebus termasuk emping jagung.

Dalam benaknya, rasa manis yang terdapat di jagung ini tidak hilang, mekipun barang tersebut sudah diproses dengan berbagai cara.
Berangkat dari situ, dirinya ingin membuat makanan yang terbuat dari jagung manis, tapi bernilai ekonomi lebih. Salah satunya dengan memproduksi susu sari jagung manis ini.

Berbekal pengetahuan yang di dapatdari internet, dirinya mencoba memproduksi susu ini. Terhitung sejak maret 2011 ini dirinya dengan dibantu sang kekasihnya, bereksperimen memproduksi dengan jumlah banyak.
Ketika itu, hasil produksinya hanya diedarkan kepada saudara, teman-teman juga tetangga-tetangga.

Tidak diduga ternyata respon dari masyarakat luar biasa, mereka tidak segan-segan untuk mengambil kembali susu-susu produksinya. “Awalnya dari coba-coba, eh malah banyak yang suka,” kata Endah.
Melihat banyaknya permintaan ini, dirinya terpikir untuk memproduksi secara masal.

Tidak berapa lama, Endah dengan Arya memberanikan diri mendirikan home industri susu sari jagung manis yang diberi nama “Arenda”. Nama tersebut diambil dari singkatan Arya dan Endah, selaku perintis juga owner.


Membuat susu ini pun tidaklah sulit, bahkan orang biasa pun bisa memproduksinya. Dan modal yang dikeluarkan tidak terlalu banyak, temasuk peralatan yang digunakan untuk proses produksi. Bahan bakunya hanya jagung manis dan gula secukupnya, dan alatnya berupa saringan dan panci untuk merebus. “Pokoknya sangat simple banget,” terang Endah.


Saat ini, dalam sehari di rumah produksinya yang berada di Dusun Genten, Rt 08 Rw 28 Desa Catur Tunggal Depok, ini bisa menghasilkan 150 – 225 bungkus susu sari jagung manis. Dengan jumlah bahan baku sebanyak 10-15 kg jagung manis.

Jumlah tersebut tergolong menunurun, mengingat sebelumnya pernah mencapai angka 25 kg perhari. Terutama jika ada event-event tertentu, seperti lebaran kemarin.
Berdasarkan pengalaman, per kilo jagung bisa menghasilkan 15 bungkus untuk ukuran 170 mili.

Sedangkan harga yang ditawarkan perbungkusnya, mulai dari Rp 1000,- – Rp 1500,- Endah menjami, hasil produksinya bisa bertahan lama, jika di masukkan frezer bisa mencapai 3-5 hari, namun jika tidak didinginkan cukup bertahan 12 jam.


Untuk sementara, area pemasaran beredar di toko-toko sekitar sekolahan, kampus dan di pasar-pasar terdekat. “Segmen konsumen masih di kalangan pelajar dan mahasiswa, tidak tertutup kemungkinan nantinya akan kami perluas lagi,” tambah Endah.


Baginya, pasar susu sari jagung manis ini masih proepsktif untuk berkembang, mengingat belum ada kompetitor yang memproduksinya. Semenatara manfaat yang dihasilkan dari minuman ini berkasiat untuk kesehatan badan.

Bisa dikatakan, minuman ini kaya akan vitamin A, B, E dan mineral, sehingga sangat baik untuk kesehatan. Bahkan sangat cocok bagi mereka yang sedang mengikuti diet. “Kalau mereka yang diabetes juga bisa meminumnya, karena kami juga bisa memproduski susu ini tanpa gula,” terangnya.

Kendala yang sering dialami selama ini, ternyata banyak konsumen yang kurang tahu tentang susu sari jagung manis ini. Buktinya, warga kerap menanyakan kandungan bahan baku minuman ini. Bahkan sempat ada yang ragu-ragu.


Namun, kondisi itu justru menjadi tantangan tersendiri bagi endah untuk mengenalkan produknya ke publik. Terutma terkait manfaat yang didapatkan dari minuman ini. “Kami harus mengenalkan terlebih dahulu agar mereka paham manfaatnya,” tandas Endah.

Endah dengan dibantu tiga karyawan berharap usahanya ini bisa berkembang lagi, bahkan kalau bisa suatu saat nanti akan mendirikan perusahaan berbasisi susu dari jagung manis ini. Tentunya dengan diimbangi inovasi-inovasi produk minumannya.

Bahkan sekarang ini, dirinya tengah melakukan uji coba produk susu bubuk dari jagung manis ini. Inovasinya ini masih tahap experimen, dan masih membuthkan beberapa waktu lagi. “Kami akan terus melakukan pengembangan produksinya,” jelas Endah.