Selama ini, wisatawan domestik menjadi salah satu konsumen yang mendominasi pembelian, terutama pengunjung dari luar jawa. Biasanya mereka gunakan untuk oleh-oleh setibanya di rumah, “Mereka peminat setia di toko kami,” kata Operator Sidiq Manajemen, Budi Wahyono.
Menurutnya, pangsa pasar batik ini akan tetap meningkat. Hal ini sejalan dengan stabilitas keamanan nasional. Jika keadaan seperti ini bisa dipertahankan terus, bukan tidak mungkin lagi tingkat kunjungan wisatawan terus bertambah, baik wisatawan domestik atau nasioanal, termasuk turis-turis asing. Kondisi ini pun berdampak positif bagi dunia pedagang di sekitar kawasan objek wisata. Tidak salah, jika kedepan dirinya tetap optimistis, produknya bakal laris di tangan para turis.
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, ketika terjadi pengeboman di tempat wisata, pasar batik ini sangat terpukul. Ketika itu, dirinya sangat kesulitan untuk mengeluarkan barang, karena tidak ada kunjungan wisata.
Lebih lanjut, budi mengharapkan iklim keamanan nasional akan tetap terjaga, setidaknya tidak ada lagi kejadian-lejadian yang membuat takut wisatawan. “Pokoknya kalau negara aman, wisawatan pun akan berdatangan,” jelasnya.
Mengingat selama ini, tingkat penjualan batik hanya mengandalkan wisatawan. Tidak salah, jika permintaan senantiasa naik turun sejalan dengan masa-masa kunjungan wisata. Seperti ketika musim liburan, dapat dipastikan toko yang berada di kawasan kadipaten ini ramai didatangi konsumen.
Keadaan ini biasanya berlangsung dari Juni-Desember. Selama bulan tersebut kunjungan wisatawan sedang memuncak. Bahkan hingga awal tahun pun, wisatwan terus berdatangan. “Pada saat itu banyak momen yang istimewa bagi mereka, seperti tahun baru,” jelasnya.
Sementara, pasar akan kembali sepi ketika memasuki bulan Februari. Ketika itu, hampir tiap tahun laporan dari beberapa toko batik yang mangkal di kawasan wisata mengalami penurunan omzet. Dan siklus tersebut terus berlangsung hingga saat ini.
Budi sendiri tidak kaget dengan pergerakan pasar seperti ini. Karena itu, yang diperlukan adalah pelayanan yang prima untuk menyambut konsumen. Apalagi banyaknya kompetitor yang sudah lebih dulu hadir, bukan tidak mungkin mereka sudah mendapatkan pelanggan.
Berbekal pelayanan inilah, dirinya tetap percaya bisa mendapatkan sambutan dari wisatawan. “Selama iklim pariwisata bagus, saya kira perdagangan batik ini pun bisa diterima pasar,” jelasnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar