Senin, 24 Oktober 2011

Pemanfaatan Potensi Daerah Belum Maksimal


Indonesia memang dikenal sebagai negara yang kaya akan Sumber Daya Alam (SDA), termasuk juga nilai-nilai kebudayaannya. Jika mau dikelola dengan serius, bukan tidak mungkin lagi semua itu menjadi modal untuk membangun masyarakat.

Bahkan keanekaragamana tradisi, bahasa, pakaian dan makanan di seluruh musantara ini bisa memberikan nilai ekonomi kepada masyarakat. Tentunya dengan dibantu dari pihak-pihak terkait untuk memperomosikan budayanya ke publik.

Karena itu, pemerintah daerah mempunyai peranan banyak untuk mengelola SDA dan kebudayaan yang ada. Salah satunya dengan menjadikan sentra kepariwisataan berbasis budaya, mulai dari pakaian tradisional, makanan, termasuk juga kerajinan tangan khas daerah tertentu.

Berangkat dari situlah Devia Production menggelar Potensi Daerah Expo, kegiatanan ini dilaksanakan di lantai dasar Ambarukmo Plaza dan berlangsung mulai kamis-sabtu(6-9/10). “Kami ingin menampilkan kekayaan budaya dari daerah-daerah, sehingga bisa bernilai ekonomi,” kata Manager Marketing Devia Production, Hery Kuswanto.

Menurutnya, kekayaan kebudayaan di negara ini sangat terbentang luas, dari ujung timur hingga ujung barat. Namun, pada kenyataannya keanekaragamanan tersebut ini hanya budaya biasa. Sehingga tidak memberikan nilai tambah bagi pelakunya.

Padahal, dari keanekaramana kebudayaan itu bisa memberikan nilai ekonomi. Terutama untuk membangkitkan iklim pariwisata di daerahnya. “Mestinya kebudayaan tersebut bisa memberikan kesejahteraan masyarakatnya,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Hery menambahkan peran pemerintah daerah untuk mendukung dunia pariwisata perlu ditingkatkan. Lebih-lebih untuk mempromosikan potensi di daerahnya, baik skala nasional atau pu internasional.

Sayang, perhatian dari pemda kurang begitu banyak, hanya daerah tertetentu yang memanfaatkan kekayaan budaya daerahnya untuk menunjang kepariwisataan. Bahkan bisa memberikan nilai kesejahteraan ke masyarakat, baik langsung atau tidak langsung.

Hery sendiri sudah melaksanakan pameran ini sejak 2006 lalu, dan beberapa daerah sudah pernah singgahi, mulai dari bandung, pantianak, dan bali. Sedangkan di Yogyakarta ini sudah ke empat kali digelar agenda yang sama.

Dari data yang diterima, Potensi Nusantara Expo ini diramaikan 40 stand dari berbagai daerah, seperti Kabupaten Maros, Jombang dan Sragen. Termasuk juga dari badan-badan kepemerintahan, seperti telkom dan pertamina.

Dirinya berharap, melalui even seperti ini keberadaan kekayaan alam daerah bisa lebih familiar di masyarakat. Bahkan antar satu daerah ke daerah yang lain bisa saling memperkenalkan produk-produk dari daerahnya masing-masing.

Tidak segan-segan, pihaknya menggandeng dinas pariwisata dan dinas perdagangan dari daerah-daerah untuk turut mensupport potensi daerahnya. Minimal, kekayaan yang tersimpan di daerahnya bisa dipublikasikan melalui even ini.

Tidak tertutup kemungkinan, agenda yang sama akan dilaksanakan di tahun mendatang. Tentunya dengan harapan mendaatk dukungan yang lebih meriah lagi, baik dari pemerintah daerah, atau pu pelaku-pelaku pariwisata.

Karena bagaimana pun juga, keberadaan pariwisata menjadi tanggungjawab bersama. Dan hasilnya pun bisa dinikmati bersama. Bahkan bisa memberikan kontibusi ke pendaoatan daerahnya. “Itulah pentingnya menangkat potensi daerah masing-masing daerah,” jelas Hery.

Tidak ada komentar: