Senin, 24 Oktober 2011

Geliat Bisnis Percetakan Cukup Menjanjikan


Dalam peta bisnis percetakan nasional, kota gudeg ini menjadi salah satu market grafika yang cukup menjanjikan. Selain karena lokasinya yang strategis, juga didukung kemudahan transportasi sehingga memungkinkan pasar grafika ini terus bergerak.

Seperti yang dikatakan Project Manager All Graphic Expo, Aulia Sunhandika. Menurutnya, perkembangan bisnis percetakan di Jogjakarta dan sekitarnya masih cukup menjanjikan, bahkan tidak menutup kemungkinan perkembangannya akan terus meningkat, “Pertumbuhan bisnis ini bakal terus bergeliat,” katanya.


Tidak salah jika dirinya berani menggelar even akbar ini di kota gudeg yang berlangsung di gedung JEC mulai Jum’at-Senin (21-24/10) mandatang. Dengan harapan bisa turut andil dalam mengembangkan bisnis percetakan.

Tentuya dengan menghadirkan perlengkapan dan bebagai kebutuhan yang digunakan untuk usaha percetakan, mulai dari mesin foto copy, tinta, printer, termasuk kertas dan mesin pemotong kertas otomatis. “Kami mendatangkan berbagai perusahaan yang menyediakan peralatan untuk usaha percetakan, baik kelas kecil, menengah atau pun besar,” imbuh Aulia.

Dan tahun ini merupakan untuk yang pertama kalinya All Graphic Expo ini diadakan di Jogjakarta. Sebelumnya acara yang sama juga pernah digelar di beberapa kota besar, seperti Jakarta, Surabaya dan solo. mengingat kota-kota tersebut sangat prospektif perkembangan dunia grafika.

Dan kota gudeg sebagai sarana ekspansi pemasaran, karena dirasa sangat potensial pertumbuhan bisnis percetakan.
Karena itu, pameran kali ini dirinya tidak menargetkan muluk-muluk. “Kami baru memperkenalkan dulu dengan masyarakat kota gudeg, terutama para pelaku usaha percetakan,” terangnya.

Sebagai ajang pameran bisnis dan technology grafika, beberapa perusahaan dan penyedia jasa dan teknololgy percetakan hadir di sini. Seperti, PT DPI, Alea Grafika, Dot’s Adv, Binterjet, Granindo Prima.

Termasuk beberapa supplier kimia, tinta kertas dan suku cadang, mulai dari PT Lamitech, PT MIT, CV Multi Warna Grafika, Nagasaki, Penta Mapan dan Damarindo Bintang Millennia.
Dalam catatan panitia ada 54 stand, mereka tidak hanya memperkenalkan produk yang dibawa tapi juga menjaring relasi.

Adapun transaksinya bisaanya dilakukan pasca pameran, “Selama event mereka saling memperkenalkan sekaligus melakukan pendekatan dengan konsumen,” jelasnya.


Tidak tertutup kemungkinan agenda yang sama juga akan digelar di tahun kemudian. Tentunya dengan melihat perkembangan pasar. Namun, dengan melihat respon dari kunnjungan masyarakat, aulio optimis usaha percetakan bakal lebih bergairah lagi. “Kalau tidak ada halangan akan digelar lagi pameran ini,” terangnya.

Tidak ada komentar: