

Bagi sebagian orang kelebihan berat badan menjadi momok yang menakutkan. Selain tidak baik untuk kesehatan, juga rentan terhadap serangan berbagai penyakit, karena daya tahan tubuh yang melemah. Tidak salah, jika banyak orang bersusah payah melakukan diet dengan harapan bisa mendapatkan berat badan yang proporsional.
Salah satunya dengan mengatur pola makan sehari-hari. Namun, apa mau dikata godaan makanan kadang tidak bisa dihindari. “Kita harus merubah gaya hidup, dan itu dimulai dari diri kita sendiri,” kata Manager Marketing Edamame Jogjakarta, Insan Ardiansyah.
Ardi, panggilan akrabnya menganjurkan agar masyarakat pandai dalam memilih makanan. Minimal mereka tidak asal membeli, kalau bisa mereka mengetahui kandungan yang terdapat dalam makanan dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.
Hal ini penting untuk mengantisipasi efek yang tidak diinginkan dari makanan tersebut. Berangkat dari situ, CV Greensoya Agrindo sejak 1992 lalu mulai mengembangkan kedelai yang sangat terkenal di Jepang, yaitu Edamame.
Perusahaan yang bermarkas di Kota Jember ini menanam kedelai ini untuk diproduksi menjadi beberapa jenis makanan, meskipun ada juga yang dieksport dalam bentuk mentah. Kedelai ini bisa dipanen jika usianya sudah mencapai 49 hari.
Sebagian hasilnya ada yang digunakan untuk pembuatan makanan di perushaannya sendiri. Ada pula yang dikirm ke jepasng, bisaanya rata-rata sebulan bisa mengeksport sebanyak 20-40 kontainer ke Jepang. Lebih lanjut ardi menambahkan, edamame ini berbeda dengan kedelai pada umumnya.
Mengingat pada jenis ini mempunya beberapa kasiat, baik untuk kesehatan atau pun pencegahan penyakit. “Kedelai ini bagus untuk kesehatan tubuh, terutama untuk mencegah dari berbagai penyakit terentu,” jelasnya.
Bahkan dengan sering mengkonsumsi edamameini bisa menurunkan serangan jantung hingga 45 persen, termasuk untuk menurunkan resiko semua kanker. Mengingat kedelai asli jepang ini mengandung 9 asam amino yang dapat menstabilkan gula darah, juga meningkatkan metabolism,termasuk untuk membangun sel-sel imun.
Bagi yang kegemukan, tidak perlu khawatir karena justru dengan edamame ini bisa digunakan untuk menurunkan berat badan, bahkan bisa menyembuhkan hipertensi, termasuk untuk memperlambat penuaan.
Di Jogja sendiri, edamame sudah dipasarkan sejak 3 tahun lalu, dan hingga kini sudah memiliki 15 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Jawa. ”Alhamdulilah respon dari konsumen luar bisaa, mereka tidak segan-segan ingin menjadi agen kami,” jelasnya.
Kini konsumen bisa menikmati kedelai edamame dalam 2 jenis makanan, seperti juice edamame yang dijual hanya Rp 7 ribu per botol ukuran 500 ml. Juga edamame blanching dengan harga 15 ribu per bungkus. “Kedepan kami akan memproduksi roti yang bahan utamanya dari Edamame,” terang Ardi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar