Sumber daya alam nusantara yang terbentang dari ujung barat sampai timur mempunyai nilai kekayaan luar biasa, termasuk keanekaragaman kebudayaan. Bukan tidak mungkin sumber-sumber tersebut memberi nilai ekonomi kepada masyarakat, bahkab bisa dijadikan salah satu pemasukan asli daerah.Sayang, potensi ini kurang tergarap maksimal. Keberadaannya masih sebatas harta simpanan yang tersebar di daerah, "Banyak potensi daerah yang harus dikenalkan ke publik," kata marketing manager PT Feroca, Tunja.
Menurutnya, ke-Bhineka Tunggal Ika-an Indonesia tersimpan kekayaan yang bernilai ekonomi. Perbedaan budaya, adat istiadat, pakaian juga makanan bisa berkontribusi sebagai lahan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Minimal dapat memberikan sumber pendapatan, baik bagi masyarakat itu sendiri juga pemerintah daerah setempat.
Karena itu, perlu sinergisitas dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat juga pelaku usaha. Tujuannya untuk bersama-sama mengembangkan potensi daerah, baik sda-nya atau pun hasil dari kebudyaannya, seperti pakaian adat, makanan khas, juga hasil kerajinan tangan.
Baginya, pengembangan potensi daerah menjadi tanggungjawab bersama, baik pemerintah pusat mau pun pemerintah daerah, termasuk dari masyarakat itu sendiri. Dan hasilnya pun digunakan untuk pembangunan bersama.
Berangkat dari situ, dirinya terketuk untuk turut mengembangkan potensi daerah. Tidak salah, jika hampir tiap tahun feraco menggelar pameran investasi daerah ini. "Kami melihat masih banyak sumber daya di daerah yang belum dikenal ke publik, padahal potensi tersebut mempunyai nilai jual" jelasnya.
Hingga tahun ini dirinya sudah menggelar acara ini yang ke tujuh kalinya, bahkan tidak tertutup kemungkinan agenda yang sama akan dilaksanakan kembali di tahun yang akan datang.
Berdasarkan pengalaman, pelaksanaan expo kali ini cenderung merosot jika dibandingkan dengan tahun kemarin. Mengingat 2010 peserta pameran bisa mencapai 2 hall, namun tahun ini hanya satu hall yang bisa dihadirkan, "Sekarang paling hanya 100 an peserta, baik dari perwakilan pemerintah daerah dan swastan," jelas Tunja.
Penurunan jumlah anggota expo, menurutnya bukan karena minatnya yang rendah, namun disebabkan oleh anggaran di masing-masing daerah yang berkurang.
Tunja optimistis, pelaksanaan pameran yang sama bisa lebih meriah lagi. "Nanti kami akan lakukan perekrutan yang lebih banyak lagi," tambahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar