
Menulis bukanlah perkerjaan berat, bukan pula perkara mudah. Tapi banyak calon penulis yang gugur di tengah jalan, terutama bagi penulis pemula, biasanya untuk memulai menulis saja membutuhkan perjuangan yang luar biasa.
Perlu diketahui menulis tidak hanya membutuhkan daya nalar yang kuat tapi juga mentalitas dan komitmen. Dalam proses menulis tentu memakan waktu yang tidak sedikit. Dan rutinitas itu yang mempengaruhi kualitas tulisan.
Sayangnya mahasiswa meremehkan rutinitas menulis ini, dengan mudah mereka menunda proses penulisan yaitu dengan berbagai alasan. Disadari atau tidak sikap ini akan memicu timbulnya rasa malas. Bisa saja penulis itu mempunyai gagasan banyak untuk menulis, tetapi pada tataran pelaksanaanya dengan mudah untuk ditunda, hingga akhirnya gagasan itu menumpuk di kepala, dan sampai pada waktunya tulisan itu belum terwujud juga.
Berangkat dari pengalaman teman-teman di bangku kuliah ternyata tidak sedikit mahasiswa yang berkeinginan untuk menulis, dengan tema ini dan itu. Tapi itu masih sebatas keinginan, sementara eksekusi ide itu belum jua terlaksana. Masalhanya sepele, menunda-nunda.
Karena itu sebisa mungkin penulis menghindari sikap menunda-nunda. Sebelum nantnya timbul kemalasan. Diakui memang, untuk merubah sikap ini tidaklah mudah, tetapi juga tidaklah terlalu sulit selama ada komitmen yang kuat untuk menulis. Ini penting karena komitmen awal akan menentukan keberhasilan sauatu tindakan. Jangan harap pekerjaan itu akan selesai, jika tidak ada komitmen di dalamnya.
Lakukan Sekarang
Seperti yang kita ketahui, banyak calon penulis terjebak pada tataran ide-ide, sementara prakteknya masih nihil karena berbagai faktor. Disini berlaku konsep 3M yang dipopulerkan oleh AA. Gym, mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri kita sendiri, mulailah dari sekarang. Konsep itu manjadi penting mengingat sudah banyak teori dan gagasan dibidang tulis-menulis, tetapi tidak dibarengi dengan sikap dari diri pribadi yang komitmen untuk menulis.
Untuk melaksanakannya dibutuhkan komitmen yang kuat dan sejak dini dibangun untuk menulis. Kemudian pupuklah komitment itu dengan memotivasi sesuai dengan diri pribadi penulis. Dan nantinya kita akan menemukan motivasi yang pas bagi dirinya untuk memulai menulis.
Dan perlu diketahui pula, ide-ide menulis akan terus bermunculan sejalan dengan goresan tinta diatas kertas. Karena selama menulis selama itu pula otak kita diperas untuk diapresiaikan dalam bentuk tulisan. Yang nantinya tidak hanya kita saja yang menikmati gagasan pikiran dari otak penulisnya. Karena itu, selagi ada gagasan menulislah kapan saja dan dimana saja.
Perlu diketahui menulis tidak hanya membutuhkan daya nalar yang kuat tapi juga mentalitas dan komitmen. Dalam proses menulis tentu memakan waktu yang tidak sedikit. Dan rutinitas itu yang mempengaruhi kualitas tulisan.
Sayangnya mahasiswa meremehkan rutinitas menulis ini, dengan mudah mereka menunda proses penulisan yaitu dengan berbagai alasan. Disadari atau tidak sikap ini akan memicu timbulnya rasa malas. Bisa saja penulis itu mempunyai gagasan banyak untuk menulis, tetapi pada tataran pelaksanaanya dengan mudah untuk ditunda, hingga akhirnya gagasan itu menumpuk di kepala, dan sampai pada waktunya tulisan itu belum terwujud juga.
Berangkat dari pengalaman teman-teman di bangku kuliah ternyata tidak sedikit mahasiswa yang berkeinginan untuk menulis, dengan tema ini dan itu. Tapi itu masih sebatas keinginan, sementara eksekusi ide itu belum jua terlaksana. Masalhanya sepele, menunda-nunda.
Karena itu sebisa mungkin penulis menghindari sikap menunda-nunda. Sebelum nantnya timbul kemalasan. Diakui memang, untuk merubah sikap ini tidaklah mudah, tetapi juga tidaklah terlalu sulit selama ada komitmen yang kuat untuk menulis. Ini penting karena komitmen awal akan menentukan keberhasilan sauatu tindakan. Jangan harap pekerjaan itu akan selesai, jika tidak ada komitmen di dalamnya.
Lakukan Sekarang
Seperti yang kita ketahui, banyak calon penulis terjebak pada tataran ide-ide, sementara prakteknya masih nihil karena berbagai faktor. Disini berlaku konsep 3M yang dipopulerkan oleh AA. Gym, mulailah dari yang kecil, mulailah dari diri kita sendiri, mulailah dari sekarang. Konsep itu manjadi penting mengingat sudah banyak teori dan gagasan dibidang tulis-menulis, tetapi tidak dibarengi dengan sikap dari diri pribadi yang komitmen untuk menulis.
Untuk melaksanakannya dibutuhkan komitmen yang kuat dan sejak dini dibangun untuk menulis. Kemudian pupuklah komitment itu dengan memotivasi sesuai dengan diri pribadi penulis. Dan nantinya kita akan menemukan motivasi yang pas bagi dirinya untuk memulai menulis.
Dan perlu diketahui pula, ide-ide menulis akan terus bermunculan sejalan dengan goresan tinta diatas kertas. Karena selama menulis selama itu pula otak kita diperas untuk diapresiaikan dalam bentuk tulisan. Yang nantinya tidak hanya kita saja yang menikmati gagasan pikiran dari otak penulisnya. Karena itu, selagi ada gagasan menulislah kapan saja dan dimana saja.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar