Pergilah semau-maumu
Duniamu, duniamu bukan duniaku
Kejarlah sesukamu
Kamu adalah kamu bukan aku
Usah lah hiraukan aku
Pedulikan saja kemauanmu
Jangan alasan kepadaku
Karena itu bukan tujuanku
Sebenarnya kamu tahu
Mengapa terus saja kau pertanyakan
Kalau aku sudah mengatakan
Mestinya kamu tinggal melakukan
Lupa, itu bukan alasan
Juga buka kebodohan
Hanya kamu ingin kepura-puraan
Padahal itu yang akan menyakitimu
Apa perlu aku tegaskan
Asalkan kamu tidak pura-pura
Andai saja kamu tidak lupa
Apabila kamu mau mengerti
Seberapa kamu bias
Sedapat apa kamu raih
Sesering kau syukuri
Sebisa mungkin kamu menikmati
Tak ada jalan sunyi
Semua harus dilalui
Kamu harus menerangi
Karena kamulah cahaya itu
Seperti lilin yang takkan padam sebelum sekelilingnya terang
Juga pahlawan yang takkan pulang kecuali dalam keadaan menang
Api itu panas karena dari gesekan bebatuan yang keras
Dari situlah cahaya selalu ada disetiap panasnya gesekkan
Terangilah di setiap kesunyian
Disitulah ada jalan yang mesti kau lanjutkan
Usah lah beralasan demi kemanuisaan
Lakukan saja, manusia akan memuliyakan
Anta syamsun, Anta badrun
Anta nurrun faoqo nuur.
Ngaliyan, 30 Desember 2009
Tidak ada komentar:
Posting Komentar